UMS Siapkan Layanan Day Care untuk Dosen dan Tendik, Ditargetkan Meluncur 2027

Selain Day Care, DSDMO juga menyiapkan program 360 Degrees Assessment and Talent Mapping

3 Agustus 2026, 21:26 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net)Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap menghadirkan layanan Day Care bagi dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Program tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada 2027 setelah seluruh perangkat pendukung selesai disiapkan.

Rencana peluncuran Day Care diumumkan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) UMS dalam kegiatan DSDMO Menyapa di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Senin (3/8/2026).

Program ini menjadi salah satu dari lima inovasi baru yang disiapkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Direktur DSDMO UMS, Tri Widayatno, mengatakan layanan Day Care dirancang sebagai tempat penitipan anak bagi dosen dan tenaga kependidikan sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa mengabaikan tumbuh kembang buah hati.

“Saat ini kami telah membentuk satuan tugas untuk menyusun konsep, rencana induk, kebutuhan SDM, panduan operasional, hingga skema pembiayaan. Insyaallah tahun depan meluncur,” ujarnya.

Selain Day Care, DSDMO juga menyiapkan program 360 Degrees Assessment and Talent Mapping, yakni sistem penilaian kinerja yang menghimpun masukan dari atasan, rekan kerja, bawahan, dan penilaian diri sendiri. Program tersebut juga ditargetkan mulai diterapkan tahun depan.

Sementara itu, tiga program lainnya telah siap dijalankan, yakni mekanisme pembinaan pegawai, digitalisasi data SDM UMS, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan.

Tri menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen DSDMO untuk menghadirkan pengalaman kerja terbaik bagi seluruh pegawai UMS, mulai dari proses rekrutmen, pengembangan karier, hingga peningkatan kesejahteraan.

Menurutnya, kesejahteraan pegawai tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga mencakup kesehatan, kondisi psikologis, dan dukungan terhadap keseimbangan kehidupan kerja.

Ia berharap sistem yang sedang dikembangkan mampu memperkuat pengembangan karier dosen maupun tenaga kependidikan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang semakin produktif. (NGR)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini