JAKARTA (Keadilan.net) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan bahwa serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela tidak berdampak terhadap aset milik PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) di negara Amerika Selatan itu, meskipun operasi AS berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal Januari 2026.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa aset-aset Indonesia di Venezuela, terutama fasilitas migas yang dikelola PIEP, tetap dalam kondisi aman pasca konfrontasi militer tersebut.
Dilansir dari Info Publik, Kamis (8/1/2026), koordinasi intensif antara Kemlu dan KBRI Caracas terus dilakukan untuk memantau situasi serta memastikan keamanan operasional dan staf di lapangan.
“Kemlu RI melalui KBRI Caracas terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi di Venezuela, khususnya terkait keamanan aset serta operasional PIEP,” ujar Yvonne melalui pernyataan resmi Selasa (6/1/2026)
Pernyataan itu sekaligus mengamini laporan manajemen PIEP bahwa fasilitas ladang minyak yang menjadi bagian dari usaha internasional Pertamina tidak terdampak serangan AS pada 3 Januari lalu. Berdasarkan pemantauan perusahaan, tidak ada kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aset dan tenaga kerja di sana.
Kemlu juga telah mengamankan data bahwa seluruh 37 warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi aman, meski situasi politik dan keamanan di negara itu memanas pasca penangkapan Maduro oleh militer AS.
Indonesia sendiri menyatakan prihatin atas tindakan militer tersebut dan mendesak semua pihak untuk mengutamakan penyelesaian damai dan penghormatan terhadap hukum internasional, sesuai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dengan pernyataan tegas ini, pemerintah memastikan bahwa ketahanan aset energi Indonesia tidak terganggu meski konflik internasional di kawasan meningkat, sekaligus menegaskan perlunya pendekatan diplomatik untuk menyelesaikan krisis global.***