SUKOHARJO (Keadilan.net)– Tim mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan penyuluhan kesehatan nyeri punggung bawah di Puskesmas Weru, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan nyeri punggung bawah.
Koordinator kelompok, Angelita Noor Ramadhini, menyampaikan bahwa nyeri punggung bawah merupakan salah satu penyebab utama disabilitas global dengan data WHO 2020 mencapai 619 juta kasus, dan diprediksi meningkat pada 2050.
“Di Indonesia, nyeri punggung bawah menempati posisi kedua penyakit terbanyak, dengan 314.492 kasus di Jawa Tengah dan 1.034 kasus di Surakarta pada 2022–2023,’ jelasnya, Kamis (18/9/2025).
Penyuluhan sendiri digelar pada Jum’at, 22 Agustus 2025, meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan spesifik nyeri punggung, edukasi lewat brosur latihan mandiri, dan demonstrasi latihan fisik. Pasien juga berbagi pengalaman terkait kondisi mereka.
Dokter umum Puskesmas Weru, dr. Titis, menekankan bahwa nyeri punggung bawah sering diabaikan sehingga berdampak serius pada mobilitas. Faktor penyebab meliputi duduk terlalu lama, postur buruk, dan beban berat.
Kegiatan juga didukung program senam raga bugar yang rutin diadakan untuk lansia, membantu mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kebahagiaan.
Fisioterapis Puskesmas Weru, Fifit Fidya Atmaja, menegaskan pentingnya latihan fisik dan postur benar guna mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien.( Nugroho)