SOLO (Keadilan.net) – Tokoh politik asal Boyolali, Rahmad Handoyo, menorehkan capaian akademik membanggakan dengan meraih gelar Doktor dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Gelar tersebut diraih setelah ia sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Pascasarjana UNS, Senin (29/12/2025).
Dalam disertasi berjudul “Desain Model Pemberdayaan Corporate Social Responsibility dalam Usaha Kecil (Studi tentang CSR PT Bio Farma)”, Rahmad mengupas secara mendalam peran strategis CSR BUMN dalam mendorong usaha kecil agar mampu naik kelas menjadi usaha menengah.
Rahmad yang pernah menjadi anggota DPR RI dua periode ini menegaskan, CSR BUMN bukan sekadar kewajiban formal, melainkan instrumen penting untuk menciptakan kemanfaatan nyata bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, CSR juga menjadi jembatan dalam membangun hubungan harmonis antara BUMN, masyarakat, dan pemerintah.
“CSR dapat memastikan keberlanjutan bisnis BUMN dengan fokus pada sektor prioritas seperti pendidikan, lingkungan, serta pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), sesuai prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN,” jelasnya.
Ia menyoroti besarnya potensi dana CSR BUMN yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Menurut Rahmad, dana tersebut dapat menjadi motor penggerak bagi usaha kecil melalui skema kemitraan, bantuan modal kerja, hingga investasi, sehingga pelaku usaha kecil memiliki peluang nyata untuk berkembang.
“Namun demikian, perlu ada strategi khusus agar penyaluran CSR tepat sasaran dan benar-benar mendorong usaha kecil naik kelas,” tegasnya.
Dalam penelitiannya, Rahmad menjadikan PT Bio Farma sebagai objek studi. Ia berhasil merumuskan desain model pemberdayaan usaha kecil berbasis CSR yang terbukti mampu meningkatkan kinerja usaha mitra.
“Desain model ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi para pemangku kepentingan, khususnya BUMN, agar penyaluran pembiayaan kepada usaha kecil lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan skala usaha,” terangnya.
Sidang promosi doktor yang digelar di Gedung Pascasarjana UNS tersebut turut dihadiri keluarga serta sejumlah tokoh Solo Raya. Salah satunya Badrus Zaman, advokat dan pendiri Kantor Hukum MBZ Keadilan sekaligus Koordinator Wilayah PERADI Jawa Tengah.
“Semoga gelar dan ilmunya berkah, menjadi pribadi yang terus mengabdi, berkontribusi, serta bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Badrus.
Keberhasilan Rahmad Handoyo ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan CSR BUMN dan pemberdayaan UKM di Indonesia.(Nugroho)