“Padahal, saat ini terdapat 32 kriteria, dan scopus hanya salah satu dari kriteria tersebut,” ungkapnya.
Salah satu kriteria perangkingan selain Scopus, disebutkan Efa yaitu, WoS. Oleh karenanya universitas jangan hanya banyak dalam kuantitasnya, tetapi lemah pada kualitas jurnalnya.
“Harusnya dapat berimbang, publikasi memiliki kualitas tinggi, kuantitas yang tinggi dan dampak yang tinggi,” tegasnya.
Jalin Kerjasama Bidang Akademik, UMS Teken MoU dengan Untar Jakarta
Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, menyampaikan bahwa tujuan Tim Clarivet Analytic karena ingin menjalin kerjasama dengan UMS yang menjadi World Class University.
“WoS ini merupakan sebuah database yang mengindeks jurnal ilmiah internasional dengan kualitas yang baik, dan kredibel. Diharapkan riset kita dapat menembus World of Science ini,” paparnya.
Sebagaimana kondisi UMS, menurutnya masih butuh peningkatan terkait publikasi riset yang akan akan di kembangkan bersama World of Science dibawah Clarivate Analytic.
ICAC 2023 Makin Seru, Ajang UMS Perkenalkan Budaya Negara Lain di Indonesia
“Pada kesempatan ini, kami mendapatkan banyak sekali insight baru dan masukan terkait kondisi UMS. Selain itu kami juga dapat mencermati bagaimana posisi UMS dalam publikasi jurnal dengan kampus-kampus lain,” ujarnya.
Kemudian pada akhir pertemuan tersebut, muncul beberapa strategi hasil dari diskusi bersama untuk meraih perangkingan.
“Harapannya, UMS dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) nanti akan ada satu konsorsium, yang kemudian mendapatkan beberapa pencapaian khususnya dalam rangking, baik di Indonesia maupun juga di Internasional,” pungkasnya.(Nugroho)