Kemendukbangga Gulirkan Program Sekolah Siaga Kependudukan, Cetak Generasi Berencana

Sekolah Siaga Kependudukan menjadi wadah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas

6 November 2025, 21:05 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah dan pesantren. Langkah tersebut diwujudkan dengan peresmian Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (6/11/2025).

Empat unit pendidikan di bawah naungan PPMI Assalaam, yakni MTs, MA, SMA, dan SMK Assalaam, kini resmi berstatus sebagai SSK. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa pembentukan SSK merupakan upaya strategis pemerintah untuk menanamkan kesadaran kependudukan sejak dini.

“Sekolah Siaga Kependudukan menjadi wadah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berencana, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” ujar Wihaji saat hadir di PPMI Assalaam.

Ia menambahkan, keberadaan SSK di PPMI Assalaam diharapkan menjadi model pendidikan berbasis kependudukan di lingkungan pesantren. Melalui integrasi nilai-nilai pembangunan keluarga, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi peduli, visioner, serta mampu menghadapi tantangan sosial-kependudukan di masa depan.

Selain meresmikan SSK, Menteri Wihaji juga mengukuhkan empat santri pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Assalaam. Para pengurus ini akan berperan aktif dalam menyebarkan edukasi dan pembinaan remaja di bidang kependudukan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga.

Kunjungan Wihaji juga ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi Gedung Assalaam Medicare (AMC) yang akan difungsikan sebagai Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Acara dilanjutkan dengan ceramah umum dan motivasi bagi lebih dari 2.600 santri dan guru.

Direktur PPMI Assalaam, Drs. H. Uripto M. Yunus, M.Ed., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan Kemendukbangga yang menjadikan Assalaam sebagai pilot project program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

“Merupakan kehormatan besar bagi kami, Assalaam dipercaya menjadi pelopor pendidikan kependudukan di pesantren. Sinergi ini akan memperkuat karakter, wawasan keluarga, dan kualitas pendidikan santri,” ujar Uripto.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji juga meninjau langsung kompleks PPMI Assalaam seluas 9,8 hektare yang mencakup fasilitas pendidikan, asrama, laboratorium, observatorium, serta pusat layanan kesehatan.

Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan, Kemendukbangga menargetkan lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pembangunan keluarga dan keseimbangan demografi bangsa. (Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini