Unisma 45 Resmi Diakuisisi Muhammadiyah, Bertransformasi Jadi UM-ID

Kampus baru ini harus menjadi universitas unggulan bereputasi internasional

29 September 2025, 21:59 WIB

BEKASI (Keadilan.net) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mengakuisisi Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi dari Yayasan Pendidikan Islam (YPI) 45. Setelah proses itu, kampus legendaris di Bekasi ini kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-ID).

Transformasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) perdana PP Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang bersama jajaran pimpinan kampus pada 26–27 September 2025. Raker yang berlangsung di Kampus Unisma Bekasi itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan peta jalan pengembangan UM-ID.

Ketua Tim Badan Pengurus Harian (BPH) UM-ID, Prof. Harun Joko Prayitno, menegaskan hasil raker menghasilkan tujuh prioritas dan 17 strategi akselerasi. Poin-poin itu disiapkan sebagai fondasi transformasi UM-ID menuju universitas unggul dan bereputasi internasional.

“Tujuh prioritas itu mencakup penguatan regulasi dan statuta, tata kelola kepemimpinan berbasis Good University Governance, sistem mutu yang kuat, transparansi dan akuntabilitas keuangan, pengembangan SDM unggul, digitalisasi tata kelola, serta komunikasi dan kerja sama strategis di level nasional maupun internasional,” terang Harun, Senin (29/9/2025).

Selain itu, strategi akselerasi juga diarahkan untuk mendorong program quick win, seperti pembukaan prodi baru di bidang kesehatan dan teknologi berbasis kecerdasan buatan, peningkatan kapasitas dosen melalui studi lanjut S3, penelitian kolaboratif, hingga sertifikasi akademik.

Prof. Fauzan, anggota Tim BPH UM-ID, menambahkan bahwa transformasi kampus tidak sekadar administratif. “Kurikulum akan berbasis APM (Adaptif, Progresif, Moderatif), berpijak pada teknologi modern namun tetap menjunjung nilai humanitas,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Jaenuddin menekankan harapan besar Muhammadiyah terhadap UM-ID. Menurutnya, kampus baru ini harus menjadi universitas unggulan bereputasi internasional melalui peningkatan akreditasi, penguatan riset, serta kerja sama akademik global.

“PP Muhammadiyah memiliki komitmen kuat agar UM-ID berdampak luas, tidak hanya bagi masyarakat Bekasi dan Jawa Barat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di tingkat internasional,” tegasnya.

Dengan akuisisi ini, Muhammadiyah optimistis UM-ID akan menjadi perguruan tinggi yang inovatif, adaptif terhadap kebutuhan zaman, namun tetap berakar pada nilai Islam berkemajuan.(Nugroho)

Berita Lainnya

Berita Terkini