“Tidak menyangka bisa mewakili ke Vietnam akhirnya timnya undercontrol, sekarang tahun ini Alhamdulillah bisa tembus dengan bantuan teman-teman yang support. Insya Allah harus mengembangkan dan membanggakan Indonesia,” ungkapnya.
Dia juga merasa bersyukur karena bisa mendapatkan Mua Vang dua kali terutama pada saat final melawan ITS. Menurutnya, Rivone adalah tim yang bagus dan kuat.
Rasyid juga mengungkapkan, ke depan nantinya akan ada perbaikan atau penyempurnaan pada robot seperti penggunaan komponen sensor yang berbeda.
Jelang KRI 2024 Tingkat Nasional, UMS Pastikan Infrastruktur Lomba Telah Sesuai
Pada divisi KRAI, misi utamanya adalah panen raya yang dilakukan oleh dua robot, satu robot manual dan satu robot otomatis dan terdiri dari tiga zona.
Pertandingan final dari KRAI di Edutorium UMS menghasilkan:
- Juara 1 Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta
- Juara 2 Rivone dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Juara 3 Lahbako-san dari Universitas Negeri Jember
- Juara Harapan Roobics dari Telkom University.***