Kebakaran 57 Kapal Nelayan di Tegal, Ganjar: Proses Pemadaman Terkendala Peralatan

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, proses pemadaman api terkendala peralatan dan kondisi angin kencang

16 Agustus 2023, 20:40 WIB

Setelah proses pemadaman dan evakuasi bangkai kapal selesai, lanjut Ganjar, akan diambil langkah berikutnya. Yaitu, mendesain ulang pelabuhan dan menyiapkan regulasi yang tegas, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pasca itu saya sudah minta tadi dari pemkot, dari pemprov, dari KKP juga untuk kita re-design. Bagaimana regulasinya, bagaimana secara fisiknya agar ini bisa diatur dan tidak terulang. Aturannya mesti keras,” bebernya.

Aturan tersebut juga berkaitan dengan asuransi kapal milik nelayan. Sebab, dari 57 kapal yang terbakar, semuanya tidak diasuransikan oleh pemiliknya. Apalagi, ada yang memiliki lebih dari satu kapal.

Larangan Pungli, Ganjar Ingatkan Kepala Sekolah Jaga Integritas

“Memang setelah saya tanya, satu pun tidak ada yang diasuransikan. Ini rasa-rasanya kami perlu edukasi dari HNSI, penting kapal diasuransi. Tadi ada dua (orang) kalau nggak salah yang memiliki lima kapal. Pasti kerugiannya cukup besar,” tegasnya.

Di samping menuntaskan proses pemadaman api, Ganjar juga sudah menyiapkan bantuan bagi para nelayan, khususnya nelayan yang terdampak dan tidak bisa melaut.

“Kami minta para nelayan yang tidak bisa melaut hari ini, kami kasih bantuan makanan dulu, karena selama beberapa hari ini ia akan kesulitan,” imbuh Ganjar.

Posko Dusun Ganjar, Cara Baru Relawan Galang Dukungan Capres di Sukoharjo

Diketahui, sebanyak 52 kapal yang bersandar di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, ludes terbakar pada Senin (14/8/2023) malam. Puluhan kapal yang terbakar itu dimiliki 26 pengusaha.

Api diduga berasal dari KM Kurnia Jaya yang sedang bersandar. Angin kencang mengakibatkan api cepat membesar dan merembet ke kapal lain. Hingga Rabu (16/8/2023), upaya pemadaman api belum selesai.***

Berita Lainnya

Berita Terkini