Ungkap Kejahatan Penadahan Motor Lintas Negara, Polda Jateng Amankan 2 Tersangka

Penadahan motor itu modus operandinya pengiriman sepeda motor tanpa dokumen resmi dari Indonesia ke Vietnam

21 Mei 2024, 21:52 WIB

SEMARANG (Keadilan.net) – Jajaran Polda Jateng berhasil membongkar kasus kejahatan transnasional atau lintas negara berupa tindak pidana penadahan sepeda motor yang melibatkan Indonesia dan Vietnam.

Hal itu disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, bahwa terkait tindak pidana penadahan motor itu modus operandinya pengiriman sepeda motor tanpa dokumen resmi dari Indonesia ke Vietnam.

“Pelaku mencari kendaraan sepeda motor leasing kemudian dibeli dengan harga murah, lalu dikirim ke Surabaya untuk dibawa ke luar negeri yang sebelumnya telah dimodifikasi speedometer, kemudian dibuat nol kilometer seolah kendaraan baru,” kata Kapolda, seperti dikutip dari TBNews, Selasa (21/5/2024).

4 Pelaku Pencurian Asal Wonogiri Diringkus Satreskrim Polres Sukoharjo, Terancam 5 Tahun Penjara

Dari ungkap kasus tersebut, dua tersangka yaitu S (38) warga Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, dan A (39), warga Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, dapat diamankan beserta barang bukti 80 unit sepeda motor.

Tersangka S dalam keterangannya mengaku sebagai pemodal, dimana untuk 1 unit sepeda motor dirinya menyiapkan dana Rp 17 juta dan mendapatkan keuntungan sekira Rp 1,5 juta/ satu unitnya.

Sedangkan tersangka A mendapatkan keuntungan 500 ribu dari setiap kendaraan yang diperolehnya dengan cara mencari melalui media sosial Facebook. “Saya mencari sepeda motor lewat grup jual beli STNK Only di Facebook dengan keuntungan Rp 500 ribu setiap motor,” sebutnya.

Marak Pencurian Ternak di Purworejo, Polisi Ringkus 3 Tersangka

Berkaca dari kasus tersebut, Kapolda menghimbau kepada pihak dealer atau finance maupun masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melaporkan ke aparat kepolisian untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

“Kepada finance atau masyarakat yang dirugikan silahkan datang ke Polda untuk mengecek dan segera kita tangani,” imbuhnya.

Atas perbuatannya dalam kasus tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 480 KUHP atau 481 KUHP tentang tindak pidana penadahan dengan ancaman pidana 7 tahun kurungan penjara.***

Berita Lainnya

Berita Terkini