Terbongkar, KPU Boyolali Terbukti Geser 1978 Suara PDIP ke Caleg DPR RI Tertentu

Berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan pelapor, Bawaslu memutuskan KPU Boyolali terbukti melakukan pelanggaran administratif

19 Maret 2024, 21:10 WIB

BOYOLALI (Keadilan.net) – Setelah melalui persidangan yang cukup melelahkan, akhirnya dugaan pelanggaran administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali yang dilaporkan oleh Caleg DPR RI dapil 5 Jateng dari PDIP, Rahmad Handoyo, terbukti.

Berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan pelapor, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali memutuskan KPU Boyolali terbukti melakukan pelanggaran administratif, yakni menggeser atau mengurangi perolehan suara parpol untuk ditambahkan ke salah satu caleg juga dari PDIP di dalam dapil tersebut.

Dalam disidang yang digelar pada, Senin (18/3/2024), Bawaslu menemukan ada 1.978 suara yang tercoblos untuk partai PDIP bergeser ke caleg DPR RI masih satu dapil dengan Rahmad Handoyo, yaitu atas nama Didik Haryadi.

Menko Polhukam Pastikan Rekapitulasi Suara Pemilu Aman Terkendali

Jumlah suara yang mempengaruhi peringkat caleg untuk dapat lolos menjadi anggota DPR RI itu ditemukan di 144 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 11 desa dan satu kelurahan dalam wilayah Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Sebelas desa dimaksud adalah Madu, Brajan, Butuh, Singosari, Tambak, Manggis, Jurug, Kragilan, Karangnongko, Metuk, dan Dlingo. Untuk satu kelurahan yakni Mojosongo.

Kuasa hukum Rahmad Handoyo, Badrus Zaman menuturkan, pihaknya sebelumnya melaporkan KPU Boyolali ke Bawaslu Jawa Tengah pada 4 Maret 2024 atas dasar pelanggaran administrasi Pemilu. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Bawaslu Boyolali pada 8 Maret 2024.

Kasus Pidana Kecurangan Pemilu, Bareskrim Limpahkan 7 Tersangka PPLN ke Kejaksaan

“Sidang dilakukan empat kali dan terakhir pada Senin kemarin dengan agenda pembacaan putusan. Sidang dipimpin Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, sebagai pimpinan majelis,” kata Badrus, Selasa (19/3/2024).

Selain itu ada tiga komisioner Bawaslu lain yang menjadi anggota majelis sidang. Sedangkan dari terlapor atau KPU Boyolali, hadir Maya Yudayanti selaku ketua, satu komisioner, dan seorang anggota staf.

Disebutkan, dalam fakta persidangan, diketahui ada perbedaan data antara formulir C hasil dan D hasil kecamatan, terutama pada selisih suara PDIP yang masuk ke suara caleg DPR yaitu, Didik Haryadi.

Penyelesaian Sengketa Pemilu, MK Akan Memutus Dalam Waktu 14 Hari

Berita Lainnya

Berita Terkini