Rektor UMS Pimpin Aksi Damai Bela Palestina Kutuk Israel, Diikuti Ribuan Massa

Aksi bela Palestina dan kutuk Israel sesuai dengan arahan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah

7 Mei 2024, 19:27 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar aksi damai bela Palestina dan Kutuk Israel dengan peserta sekira 5.000 orang terdiri civitas akademika di depan Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (7/5/2024).

Aksi damai ini dipimpin langsung Rektor UMS, Sofyan Anif bersama pejabat jajaran rektorat lainnya yang bergantian bersama mahasiswa melakukan orasi diatas panggung terbuka.

Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan pernyataan sikap aksi bela Palestina dan kutuk Israel sesuai dengan arahan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA). Seruan ini dilakukan serentak 172 PTMA se-Indonesia.

Peduli Rakyat Palestina, Indonesia Kirim Bantuan 7 Ton

Hampir satu abad konflik Israel-Palestina tidak kunjung selesai. Hal ini tidak lepas dari misi zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina. Pengusiran, dan pembunuhan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah konflik Israel dan Palestina,” kata Anif.

Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Peduli Palestina, Presiden Jokowi: Indonesia Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan

“Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusian ke Palestina diawasi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel, sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan,” ujarnya.

Ironisnya, tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Menyikapi hal tersebut, rektor menyebut forum rektor PTMA menyatakan sikap tegasnya yang dirangkum menjadi delapan poin. Berikut pernyataan itu:

Jelang Laga FIFA Matchday Lawan Palestina, Timnas Indonesia Berharap Tambah Poin

Berita Lainnya

Berita Terkini