Raih Top 1 SOYJOY Nutritionist Award 2024, Mahasiswa UMS Ini Dapat Tawaran Kerja

Peraih penghargaan SOYJOY Award mengungkapkan bahwa awalnya ia mendapatkan informasi dari instagram

1 Februari 2024, 20:12 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Saminur Fauzan memperoleh penghargaan Top 1 Kategori Nutrition Student Organization (group/Himpunan Gizi) dari SOYJOY Nutritionist Award 2024.

SOYJOY Nutritionist Award pada tahun 2024 ini hadir dengan kategori: (1) Nutritionist Hospital/Puskesmas/Dinkes; (2) Nutritionist Freelance/Sport Nutrition/Nutripreneur; (3) Nutrition Student Organization (group/Himpunan Gizi).

Dalam keterangannya, peraih penghargaan SOYJOY Award, Saminur Fauzan mengungkapkan bahwa awalnya ia mendapatkan informasi dari instagram.

Festival Permainan Tradisional 2024, POR FKIP UMS Lestarikan Budaya Nusantara

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya penasaran dan ternyata ada kategori mahasiswa. Kemudian mencoba memberikan gagasan terkait program apa yang bisa berdampak ke Indonesia, terutama masalah gizi di Indonesia,” papar mahasiswa ilmu gizi itu Kamis, (1/2/2024).

Saminur Fauzan menyampaikan bahwa prosesnya diawali dengan mengirimkan ke email SOYJOY. Kemudian setelah 3 minggu terpilih 7 besar, kemudian dilakukan seleksi sampai Top 3.

“Alhamdulillah dari 86 peserta yang mendaftar, hanya di ambil Top 2 untuk mendapatkan penghargaan dan diundang ke Jakarta. Selama 3 hari, kami diajak ke kantor SOYJOY, dan pada hari kedua penyerahan apresiasi penghargaan dan diminta untuk memberikan speech di depan orang-orang penting di sana,” ungkap Fauzan.

UMS Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi dan Ilmu Manajemen

Menurutnya, dengan menjadi salah satu peserta terbaik dirinya mendapatkan banyak pengalaman, ilmu dan wawasan.

“Kemarin banyak tawaran kerja sama yang masuk, selain kerjasama juga tawaran kerja dari pihak SOYJOY. Tawaran lain juga dari Profesor UNDIP untuk bisa mengambil Pendidikan Magister menuju Doktor untuk sarjana unggul karena beliau juga sebagai promotor PMDSU,” ujar mahasiswa yang juga mendapatkan beasiswa hafidz Al-Quran UMS itu.

Hal yang paling berkesan, lanjutnya, adalah cerita dari peserta yang berasal dari Papua. Perjuangan buat meningkatkan gizi di Indonesia itu berbeda dan memiliki tantangan sendiri. Kegiatan di sana lebih besar effortnya. Selain itu, ternyata ilmu gizi itu sangat luas, itu yang paling penting.

Program BIPA UMS, Peserta Asal Australia Belajar Membuat Keramik di MIM Krakitan Klaten

Berita Lainnya

Berita Terkini