Mas Karebet Gelar Sarasehan Budaya, Sejarah Kartasura Penuh dengan Cinta Bukan Hanya Perang Saja

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali kembali sejarah yang ada di peradaban Keraton Kartasura

6 April 2024, 23:02 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Komunitas Masyarakat Kartasura Bermartabat (Mas Karebet) menggelar sarasehan budaya dan dialog publik bertajuk Keraton Kartasura dan Masyarakat dalam Membangun Perilaku Mutualisme di Joglo Bandung Bondowoso, Kartasura, pada Kamis (4/4/2024) malam.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali kembali sejarah yang ada di peradaban Keraton Kartasura. Diketehaui Keraton Kartasura adalah pendahulu Surakarta.

Pegiat Mas Karebet Teguh Sriyono mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat, pemerintah setempat dan semua pihak selalu mengingat potensi besar Kartasura sebagai wilayah sub-urban.

Camat Kartasura Sambut Baik Deklarasi Mas Karebet

“Dari evaluasi selama ini, perhatian terhadap Kartasura masih amat kurang,” ujar Sriyono.

Maka Mas Karebet mengimbau siapapun yang mengemban amanah untuk memimpin dan mengelola masyarakat di Sukoharjo, harus memiliki perhatian lebih terhadap Kartasura. Agar potensi sejarah, budaya, ekonomi, dan sosial demografi wilayah ini benar-benar bisa optimal.

Filolog Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo R. Adi Deswijaya yang menjadi narasumber diskusin ini memaparkan hasil penelitian terhadap manuskrip-manuskrip kuno perihal dinamika kehidupan masyarakat dan Keraton Kasultanan Kartasura di masa lalu.

Deklarasi MAS KAREBET: Organisasi Baru Di Kartasura Bawa Gagasan Pembangunan

“Dari penelitian saya, banyak sekali situs dan artefak yang hilang. Bahkan, tergusur bangunan modern di Kartasura,” paparnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta M. Rahmawan Arifin menyoroti masa keemasan Keraton Kasultanan Kartasura yang terletak di titik strategis jalur sutra klasik di Pulau Jawa.

“Kartasura yang berada di titik tengah menjadi tempat transit. Banyak lalu lintas yang lewat menuju arah pesisir utara Jawa. Tak sedikit pula yang lewat karena hendak menuju ke barat, menempuh perjalanan ke Mataram. Sementara ke arah timur lalu lintas menuju Sragen sebagai pintu gerbang ke daerah Jawa Timuran,” bebernya.

Kasus Dugaan Pungli HUT ke-343 Kartasura Berakhir Damai, Begini Penjelasan Kejari

Berita Lainnya

Berita Terkini