Kukuhkan Nasi Liwet jadi Ikon Kota Solo, FBM dapat Dukungan Penuh Mas Wali

Kegiatan yanga digelar ditengah aktivitas Car Free Day (CFD) ini mendapat dukungan penuh Walikota Surakarta

19 Juni 2022, 14:33 WIB

SURAKARTA (mbzkeadilan) – Menandai kebangkitan ekonomi dari sektor UMKM setelah dua setengah tahun dilanda pandemi, Forum Budaya Mataram (FBM) menggelar upacara pengukuhan nasi liwet sebagai ikon kuliner Kota Solo di Plaza Balaikota Pemkot setempat, Minggu (19/6/2022) pagi.

Kegiatan yanga digelar ditengah aktivitas Car Free Day (CFD) ini mendapat dukungan penuh Walikota Surakarta, serta berbagai komunitas, tokoh budaya, bahkan juga keluarga Keraton Solo dan Mangkunegaran

Dua sajian tari tradisional yang dibawakan penari dari sanggar Gendewa Pinenthang mengawali prosesi pengukuhan. Warga yang hadir antusias memenuhi lokasi penyelenggaraan acara dengan duduk lesehan.

Ketua FBM, BRM Kusumo Putro saat membuka acara menyampaikan apresiasinya kepada Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang telah memberi dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan di plaza balaikota.

“Dengan dukungan Pemkot Surakarta dan kehadiran warga disini, maka semakin mempertegas bahwa nasi liwet sangat layak menjadi ikon Kota Solo,” kata Kusumo.

Ia mengungkapkan, sebagai kota tujuan wisata, Kota Solo sudah dikenal luas sebagai gudangnya kuliner di Indonesia yang banyak jadi buruan masyarakat. Sebut saja, tengkleng, gudeg ceker, cabuk rambak, selat, dan masih banyak lagi.

“Dengan pengukuhan nasi liwet sebagai ikon kuliner Kota Solo, tidak hanya menguatkan sebagai destinasi wisata di masa depan, namun juga menguatkan nama Solo sebagai kota kuliner di Indonesia,” tegasnya.

Kusumo menambahkan, banyaknya ragam dan jenis kuliner yang ada di Kota Solo, maka secara ekonomi juga akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dari sektor UMKM.

“Setelah hampir dua tahun setengah terpuruk akibat hantaman badai pandemi Covid-19, sekarang saatnya para pelaku UMKM khususnya bidang kuliner khas Solo bangkit,” imbuhnya.

Sementara, dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surakarta, Kentis Rahmawati, Mas Wali sapaan akrab Gibran menyampaikan, dibandingkan dengan daerah lain, kuliner Kota Solo memiliki ciri khas tersendiri dan mudah berkembang.

“Oleh para penikmat kuliner, Solo mendapat julukan tempat ‘keplék ilat’ (goyang lidah-Red), sehingga tak heran kuliner apapun yang dijual di Kota Solo pasti laku,” kata Kentis mengutip sambutan tertulis Gibran.

Nasi liwet, lanjut Mas Wali, merupakan salah satu hidangan kuliner yang banyak terdapat di Kota Solo. Mulai dari kelas pedagang yang bersepeda keliling kampung, kaki lima, maupun kelas restoran.

Dengan pengembangan wisata kuliner akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan bisnis kuliner akan menumbuhkan rantai usaha secara berkelanjutan

“Saya salut kepada semangat teman-teman dari yayasan Forum Budaya Mataram yang ternyata, antusiasnya, kreatifitasnya, inovasinya begitu tinggi. Semangat yang dimiliki teman-teman dari FBM ini agar terus ditingkatkan,” kata Mas Wali dalam sambutannya.

“Akhirnya atas nama Walikota, dengan ini saya mendukung Kota Solo sebagai kota nasi liwet,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, panitia membagikan 1.000 ‘pincuk’ (wadah makanan terbuat dari daun pisang pengganti piring) nasi liwet gratis kepada masyarakat yang hadir di plaza balaikota.(Naura)

Artikel Terkait