KPU Tegaskan, Caleg Terpilih Maju Pilkada 2024 Tidak Perlu Mundur

Caleg terpilih dalam Pemilu 2024 tidak perlu mengundurkan diri bila mengikuti Pilkada serentak pada November 2024

10 Mei 2024, 19:11 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) – Polemik soal calon legislatif (caleg) terpilih dalam Pemilu 2024 apakah harus mundur ketika maju mengikuti Pilkada 2024 mendapat tanggapan dari KPU RI.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari menegaskan caleg terpilih dalam Pemilu 2024 tidak perlu mengundurkan diri bila mengikuti Pilkada serentak pada November 2024 mendatang.

“Tidak wajib mundur dari jabatan. Kan belum dilantik dan menjabat, mundur dari jabatan apa?” kata Hasyim, seperti dikutip dari TBNews, Jumat (10/5/2024).

Jadwal Pilkada Serentak Tetap 27 November 2024, Begini Penjelasan Mendagri

Dijelaskan, caleg terpilih yang wajib mundur dari jabatannya adalah anggota DPR/DPD/DPRD untuk jajaran provinsi/kabupaten/kota Pemilu 2019 dan kembali terpilih dalam Pemilu 2024.

“Maka yang bersangkutan mundur dari jabatan yang sekarang diduduki,” jelas Hasyim.

Dalam pertimbangan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 12/PUU-XXII/2024 penting untuk KPU mempersyaratkan calon anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD terpilih yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah untuk membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri jika telah dilantik secara resmi menjadi anggota DPR, anggota DPD dan anggota DPRD apabila tetap mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Pilkada 2024 Digelar Serentak Usai Pilpres dan Pileg, KPU: Konfliknya Tidak Keras

Hasyim menegaskan frasa ‘jika telah dilantik secara resmi menjadi’. Untuk itu, tidak ada aturan tentang pelantikan serentak bagi calon anggota DPR/DPD/DPRD jajaran provinsi/kabupaten/kota.

Kemudian, tidak ada larangan untuk calon anggota DPR/DPD/DPRD jajaran provinsi/kabupaten/kota untuk dilantik belakangan usai kalah dalam pilkada, misalnya.

“Sekali lagi yang wajib mundur adalah anggota,” tandas Hasyim.***

Berita Lainnya

Berita Terkini