Kembali Didemo Mahasiswa, Rektor UIN Raden Mas Said Dituding Bikin Statemen Keliru

Massa mahasiswa dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada jajaran rektorat

30 Agustus 2023, 23:00 WIB

SUKOHARJO (Keadilan.net) – Ratusan mahasiswa dari Aliansi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN RM Said Surakarta menggelar aksi demo didepan gedung rektorat pada, Rabu (30/8/2023). Demo dilakukan terkait kisruh kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dan Festival Budaya.

Massa mahasiswa dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada jajaran rektorat, khusus Rektor UIN Raden Mas Said yang dinilai keliru menerbitkan SK tentang pembekuan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) selaku penyelenggara PBAK dan Festival Budaya.

Meskipun tidak ditemui Rektor dan jajaran rektorat, massa mahasiswa tetap menyampaikan sejumlah tuntutan, yaitu:

Terbongkar Penyedia Anggaran PBAK UIN RMS Rp160 adalah PT Infinity Plus Diduga Fintech Sejenis Pinjol, HMI Tegaskan Usut Tuntas

1. Pencabutan Surat Keputusan Rektor Universitas Raden Mas Said Surakarta Nomor 1003 Tahun 2023 tentang Hasil Sidang Dewan Kehormatan Kode Etik UIN RM Said Surakarta Tahun 2023.

2. Permintaan maaf secara resmi dari pihak rektorat dan jajarannya kepada lembaga terkait, personal, dan pihak-pihak yang terkait, atas statement yang tidak sesuai fakta yang ada sehingga memicu kegaduhan.

Massa demo juga menilai keputusan rektorat prematurnya proses dan hasil sidang kode etik yang diputuskan dituding dilakukan secara sepihak.

GEGER! Kontroversi UIN Raden Mas Said Surakarta Registrasi Aplikasi Pinjol bagi Mahasiswa Baru

3. Pihak rektorat dan jajaranya harus menanggung dampak kerugian materil yang dialami Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Raden Mas Said Surakarta kerena intruksi pembatalan kerjasama secara sepihak (Surat Pernyataan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta terkait PBAK 2023 tertanggal 07 Agustus 2023 pada poin 5).

Sementara ditengah aksi demo itu, Ketua Umum non aktif Dema Ayuk Latifah juga melakukan konferensi pers untuk menjawab isu yang menyebut Dema mengandeng perusahaan jasa pinjaman online (pinjol) dalam pelaksanaan PBAK dan Festival Budaya.

Ayuk menampik jika kegiatan PBAK dan Festival Budaya 2023 yang menjadi tanggung jawab Dema disebut tanpa koordinasi dengan pihak rektorat. Tercatat, koordinasi sudah dilakukan sedikitnya enam kali sejak Mei-Juli 2023.

Dosen UIN RM Said Tewas Dibunuh, Sang Ayah Ungkap Sosoknya

Berita Lainnya

Berita Terkini