Geger Dugaan Data KPU Bocor, Polisi Gerak Cepat Lakukan Pendalaman

Peretas tersebut mengklaim memiliki lebih dari 252 juta basis data dengan kueri NIK, alamat, tempat tanggal lahir, hingga data TPS yang bersangkutan

30 November 2023, 12:16 WIB

JAKARTA (Keadilan.net) – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri gerak cepat mendalami indikasi kebocoran data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, mengatakan, indikasi kebocoran data KPU itu ditemukan saat pihaknya melakukan patroli siber.

“Kebocoran data KPU kami temukan dari hasil patroli tim siber ya,” jelasnya, Rabu (29/11/2023).

Waduh! Polisi Endus Dugaan Ada Data KPU yang Bocor

Dilansir dari TBNews, Kamis (30/11/2023), dari hasil pendalaman yang dilakukan tim, ditemukan akun yang diduga membeberkan kebocoran data KPU.

Akun x tersebut yaitu dengan nama pengguna @p4c3n0g3. Akun ini membeberkan informasi diduga seseorang menjual data-data dari KPU RI seperti NIK, NKK, hingga e-KTP.

Sebelumnya, geger adanya kabar dugaan peretasan data pemilih tahun 2024 berasal dari seorang pemilik akun yang mengaku sebagai hacker dengan dengan username Jimbo.

Polres Jepara Terima Audiensi KPU, Pastikan Siap Kawal Pemilu 2024

Di mana dalam unggahan yang dipublikasi, peretas tersebut mengklaim memiliki data lebih dari 252 juta basis data penduduk dengan kueri NIK (nomor induk kependudukan), alamat, tempat tanggal lahir, hingga data TPS yang bersangkutan.

Sang pemilik akun dengan username Jimbo yang mengklaim memiliki data sebanyak 252.327.304 itu, menawarkan data untuk dijual senilai 2 BTC atau sekira Rp 572 juta.***

Berita Lainnya

Berita Terkini